uwie
Nama : Yuli Komalasari
Kelas : 3ea10
NPM : 11208327
Tugas Bahasa Indonesia

Latar Belakang Masalah

Setelah proses membaca selesai kita terkadang membayangkan dan berimajinasi tentang apa yang telah dibaca, dalam proses membaca kajuian yang kita dapatkan hanya sebatas teoritis dan belum termasuk dalam hal praktis. Setelah proses membaca usai otak memprosesnya menjadi suatu khayalan, tingkat khayalan yang peertama adalah khayalan tanpa sadar dari buku yang telah di baca secara harfiah dapat disebut sebagai berpikir. Pada tingkat yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dabn bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Dalam dalam proses penalaran data atau fakta yang digunakan boleh benar dan tidak benar, karena penalaran dapat bekerja apabila terdapat dua hal yang berbeda. Pada konsepnya penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Dalam prosesnya, penalaran dibedakan menjadi dua yaitu penalaran induktif dan deduktif.

Masalah

Bagaimana proses penalaran?
Bagaimana berpikir secara deduktif dan induktif serta apa saja jenis-jenisnya?

Penjabaran Isi

Proposisi adalah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Suatu proposisi mempunyai subjek dan predikat. Dengan demikian, proposisi pasti berbentuk kalimat, tetapi tidak setiap kalimat dapat digolongkan ke dalam proposisi. Hanya kalimat berita netral yang dapat disebut proposisi. Kalimat Tanya, kalimat perintah, kalimat harapan, dan kalimat inverse tidak dapat disebut proposisi. Kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.
Kalimat berikut ini bukan proposisi
a. Bangsa burungkah ayam ?
b. Mudah-mudahan Indonesia menjadi makmur.
c. Berdirilah kamu di pinggir pantai
Kalimat-kalimat itu dapat diubah menjadi proposisi sebagai berikut :
a. Ayam adalah burung
b. Indonesia menjadi makmur
c. Kamu berdiri di pinggir pantai.

Macam-macam Proposisi
Berdasarkan pengertian tentang term, maka proposisi dapat pula dibatasi sebagai pernyataan tentang hubungan antara term-term. Dari kualitasnya hubungan itu mungkin berisi pembenaran (positif), yaitu menyatakan danya hubungan antara term-term; atau bersifat mengingkari (negatif), artinya menyatakan tidak adanya hubungan antara term-term.
Proposisi dapat di golongkan berdasarkan beberapa kriteria :
• Menurut bentuknya, proposisi dapat dibedakan sebagai ptoposisi yang hanya berisi satu pernyataan saja. Sedangkan proposisi majemuk merupakan gabungan antara dua proposisi tunggal atau lebih.
Contoh :
Tunggal : semua manusia fana.
Setiap calon mahasiswa harus mengikuti ujian seleksi.
Majemuk : semua manusia fana dan pernah lupa
Tidak seorangpun siswa SLA menjadi anggota Senat Guru Besar ITB dan IPB
Proposisi “Semua manusia fana dan pernah lupa” sebenarnya merupakan gabungan dua proposisi tunggal, yaitu “Semua manusia fana” dan “Semua manusia pernah lupa”. Karena kedua proposisi itu positif, maka gabungannya merupakan proposisi majemuk kopulatif sedangkan “Tidak seorangpun siswa SLA menjadi Senat Guru Besar ITB dan IPB” merupakan himpunan dua proposisi tunggal negative, yaitu “Tak seorang pun siswa SLA menjadi anggota Senat Guru Besar IPB”. Gabungan seperti itu merupakan proposisi majemuk rimotif.
• Menurut sifat pembenaran atau pengingkaran hubungan antara subjek (S) dan predikat (P), proposisi mungkin merupakan proposisi kategoris atau proposisi kondisional. Jika hubungan itu tanpa syarat, proposisi digolongkan menjadi proposisi kategoris, dan sebaliknya. Jika disertai syarat, proposisi termasuk ke dalam proposisi kondisional.
Contoh :
Kategoris : Sebagian manusia hidup makmur
Kondisional : Jika mutu makanan ayam diperbaiki, telur yang dihasilkan lebih bermutu.
Proposisi kondisional dapat dibagi lagi menjadi proposisi kondisional hipotesis dan proporsi kondisional disjungsif. Proposisi kondisional dan hipotesis akan dibahas lebih lanjut ke dalam subbab pernalaran deduktif.
• Berdasarkan kuantitasnya, proposisi dibedakan menjadi proposisi universal dan proposisi khusus (partikular, particular). Pada proposisi universal, predikat membenarkan atau mengingkari sebagian saja. Ungkapan untuk menyatakan proposisi universal antara lain : semua, seluruh, tiap-tiap, setiap kali, masing-masing, selalu, tidak satu pun, tidak pernah, dan tidak seorang pun. Untuk proposisi partikular biasanya dpergunakan kata-kata seperti : sebagian, banyak, kebanyakan, sering, kadang-kadang, dan dalam keadaan tertentu, beberapa.

• Selanjutnya menurut kualitas dan kuantitasnya dapat digolongkan-golongkan sebagai berikut:
 Proposisi universal positif (affirmative), di dalam logika diberi symbol A
 Proposisi universal negative, di dalam logika diberi symbol E
 Proposisi partikular positif, di dalam logika diberi symbol I
 Proposisi partikular negative, di dalam logika diberi symbol O
Contoh :
A : Semua mahasiswa adalah lulusan SMTA.
Semua karya ilmiah mempunyai daftar pustaka.
E : Tidak satu pun siswa SLA menjadi anggota Senat Guru Besar IPB.
Tidak seorang mahasiwasa pun lulusan SMTP.
I : Beberapa petani memilki traktor.
Sebagain perguruan tinggi dikelola oleh yayasan.
O : Sebagian mahasiswa tidak pernah melakukan KKN.
Sebagian perguruan tinggi tidak dikelola oleh yayasan.

Penalaran deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Penarikan simpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula dilakukan secara tak langsung.

Menarik Simpulan secara Langsung
Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis disebut simpulan tak langsung.

Menarik Simpulan secara Tidak Langsung
Pernalaran deduksi yang berupa penarikan simpulan secara tidak langsung memerlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Untuk menarik simpulan secara tidak langsung ini, kita memerlukan suatu premis (pernyataan dasar) yang bersifat pengetahuan yang semua orang tahu, umpamanya setiap manusia akan mati, semua ikan berdarah dingin, semua sarjana adalah lulusan perguruan tinggi, atau semua pohon kelapa berakar serabut.

Beberapa jenis pernalaran deduksi secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu silogisme dan entimen.
• Silogisme
Silogisme merupakan suatu cara pernalaran yang formal. Pernalaran dalam bentuk ini jarang ditemu,kan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Misalnya ucapan “Ia dihukum karena melanggar peraturan “X”, sebenarnya dapat kita kembalikan ke dalam bentuk formal berikut:
Barang siapa melanggar peraturan “X” harus dihukum
Ia melanggar peraturan “X”
Ia harus dihukum.
Bentuk seperti itulah yang disebut silogisme. Kalimat pertama (premis mayor) dan kalimat kedua (premis minor) merupakan pernyataan dasar untuk menrik kesimpulan (kalimat ketiga).

Silogime kategorial
Yang dimaksud dengan silogisme kategorial adalah silogime yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang bersifat umum disebut premis mayor dan premis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.

Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis. Kalau premisnya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Kalau premis minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Silogisme alternative
Silogisme alternative adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternative. Kalu premis minornya membenarkan salah satu alternative, simpulannya akan menolak alternative yang lain.
Contoh :
Pelakunya seorang bekas pelaut atau bekas anggota gerombolan.
Kita akan menlanjutkan diskusi ini atau bubar saja.

• Entimen
Pada dasarnya silogisme jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun dalam lisan. Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimen. Entimen ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, di dalam entimen salah satu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh:
Semua pelajar adalah orang yang berilmu
Nina adalah seorang pelajar
Jadi, Nina adalah orang yang berilmu

Penalaran induktif
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Suatu genralisasi mencakup cirri-ciri esensial atau yang menonjol, bukan rician. Di dalam pengembangan karangan, genralisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, data stastistik, dan sebagainya yang merupaka spesifikasi atau cirri khusus senbagai penjelasan lebih lanjut.

Analogi
Kita dapat membandingkan sesuatu dengan lainnya berdasarkan atas persamaan yang terdapat di antara keduanya. Kita mungkin menyebut sutau bau yang sedap sebagai “bau bunga melati atau bau 4711”. Perbandingan seperti itu dimaksudkan sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu yang baru berdasarkan persamaannya dengan sesuatu yang telah dikenal. Hasilnya tidak memberikan kesimpulan atau pengetahuan yang baru. Perbandingan demikian disebut analogi penjelas (deklaratif).
Analogi yang dimaksudkan di sini bukan anlogi penjelas seperti di atas, melainkan analogi induktif. Artinya, suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan/refensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus lain yang memilki sifat-sifat esensial penting yang bersamaan. Dengan demikian, untuk mengemukakan persamaan yang dipakai sebagai dasar kesimpulan benar-benar merupakan cirri-ciri esensial penting yang berhubungan erat dengan kesimpulan yang dikemukakan. Sebagai contoh, misalnya kesimpulan beberapa ilmuwan yang mengatakan bahwa anak kera dapat diberi makan seperti anak manusia berdasarkan persamaan yang terdapat diantara system pencernaan anak kera dan anak manusia. Kesimpulan itu merupakan analogi induktif yang sah, karena yang dipakai sebagai dasar kesimpulan (system pencernaan) merupakan cirri esensial yang berhubungan erat dengan kesimpulan (cara memberi makan).
Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut :
1. Ananlogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
2. Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan.
3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.

Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Misalnya, tombol ditekan, akibatnya bel berbunyi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalan becek. Ia kena kanker darah dan meninggal dunia. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antarmasalah, yaitu sebagai berikut:

Sebab-Akibat
Sebab-akibat berpola A menyebabkan B. di samping itu, hubungan ini dapat pula berpola A menyebabkan B, C, D, dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang dianggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu.

Akibat-Sebab
Penalaran dari akibat ke sebab dimulai dari suatu akibat yang diketahui. Berdasarkan akibat tersebut dipikirkan apa yang mungkin menjadi penyebabnya. Penalaran dari akibat ke sebab dipergunakan dalam penelitian expose facto, misalnya untuk menentukan penyebab kematian/kecelakaan, dan lain-lain. Cerita-cerita detektif dan proses peradilan merupakan contoh lain yang jelas untuk penalaran akibat ke sebab.
Akibat-sebab ini dapat kita lihat juga pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Ke dokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab, jadi mirip dengan entimen. Akan tetapi, dalam penalaran jenis akibat-sebab ini, peristiwa sebab merupakan simpulan.

Akibat-Akibat
Akibat-akibat adalah suatu pernalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat” yang lain.

Salah Nalar
Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar ini disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya. Apabila kita perhatikan beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia secara cermat, kadang-kadang kita temukan beberapa pernyataan atau premis tidak masuk akal. Kalimat-kalimat yang seperti itu disebut kalimat dari hasil salah nalar. kesalahan yang kita persoalkan di sini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses pernalaram yang kita sebut salah nalar. pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan kesalahan karena materi dan proses pernalarannya yang merupakan kesalahan formal.

Kesalahan Informal
Sebagai sarana terutama pernalaran ilmiah bahasa mengandung banyak kelemahan. Kata-kata kerap kali kabur, tidak tegas maknanya, sehingga dapat diartikan bermacam-macam. Demikian juga kalimat sering kali dapat ditafsirkan dengan berbagai cara. Perhatikanlah kalimat-kalimat berikut:
(1). Kesadaran bela Negara merupakan perwujudan rasa cinta kepada tanah air.
(2). Cinta seorang ibu kepada anaknya tak dapat diukur dengan materi.
(3). Anak dosen yang cantik itu adalah mahasiswa UT.
(4). Mugi berkata pada teman Sita bahwa ia harus berangkat sekarang juga.
Kesalahan informal biasanya dikelompokan sebagai relevansi. Kesalahan ini terjadi apabila premis-premis tidak mempunyai hubungan logis dengan kesimpulan.

Kesalahan Formal
Kesalahan ini berhubungan erat dengan materi dan proses penarikan kesimpulan baik deduktif maupun induktif.
a. Kesalahan Induktif
Kesalahan induktif terjadi sehubungan dengan proses induktif. Kesalahan ini mungkin merupakan kesalahan generalisasi, hubungan sebab akibat, dan analogi.
b. Kesalahan Deduktif
Kesalahan deduktif lainnya ialah kesalahan term ke empat. Dalam hal ini term tengah dalam premis minor tidak merupakan bagian dari term mayor pada premis mayor atau memang tidak ada hubungan antara kedua pernyataam.

Kesimpulan 

Dari uraian di atas ini dapat dikatakan bahwa proposisi itu harus terdiri atas subjek dan predikat yang masing-masing dapat diwujudkan dalam kelompoknya sehingga dapat dilihat hubungan kelompok subjek dan kelompok predikat. Dalam hal hubungan kelompok predikat dalam proposisi, seorang ahli logika bangsa Swiss, Euler, yang hidup pada abad XVIII mengemukakan konsepnya dengan empat jenis proposisi dengan lima macam posisi lingkaran. Lingkaran itu disebut Euler.

Penalaran deduktif dan penalaran induktif adalah dua jenis penalaran yang mempunyai sifat bertolak belakang. Dimana Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang umum. Sedangkan penalaran induktif penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernytaan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.

Daftar Pustaka

http://ebookgratisan.net/bab-viii-aspek-penalaran-dalam-karangan#
http://utlia.wordpress.com/2010/02/26/penalaran-induktif/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

uwie
Nama : Yuli Komalasari

Kelas : 3ea10

NPM : 11208327

Tugas Bahasa Indonesia

Latar Belakang Masalah

Banyaknya bentuk dan tulisan di media cetak membuat kita ragu untuk membuat klasifikasi tentang sebuah karangan. Pada dasarnya karangan dibagi menjadi tiga yaitu karangan ilmiah, karangan semi ilmiah dan karangan non-ilmiah. Perbedaan itu terletak dari fakta yan g disajikan oleh masing-masing karangan, selain itu tata cara penulisan dari masing-masing karangan sangat berbeda. Dimana karangan ilmiah lebih berdasarkan sistematika penulisan dan fakta yang didapatkan dengan cara observasi, sedangkan karangan semi ilmiah lebih kepada fakta pribadi, sedangkan karangan non-ilmiah tidak didkung oleh fakta yang umum. Tetapi, ketiga jenis karangan diatas mempunyai kesamaan yaitu sama-sama karya tulis.

Masalah

Apakah macam, sifat, dan ciri-ciri dari karangan?

Bagaimana cara membedakan karangan ilmiah, semi ilmiah dan non-ilmiah di dalam karya tulis?

Penjabaran Isi

Karya Tulis Imiah

Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut.

Jenis-jenis karangan ilmiah

Makalah

Makalah adalah segala bentuk karangan ilmiah tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok persoalan.

· Studi Kepustakaan (Penelaahan Teoritis)

Penelahaan gagasan berbagai ahli mengenai suatu masalah untuk diperbandingkan. Kemudian ditarik kesimpulan menurut pandangan penulis.

· Tinjauan Historik(Historical Review)

Di sini dilakukan pencatatan cermat berdasarkan urutan perkembangan dari masalah yang ditinjau. Dibuat sesingkat mungkin, tetapi lengkap dan disukung dengan acuan yang memadai.

· Deskripsi Prosedur Teknis Praktis

Penggambaran suatu teknik dengan cara-cara teratur dan mudah dimengerti, secara langkah demi langkah. Selain menyatakan tujuan dari penggunaan cara teknis ini, penggambaran ini juga memuat ringkasan tentang keuntungan dan kerugiannya. Walaupun memberikan kemungkinan sejawat lain untuk menilai, cara ini hendaknya jangan memberi suatu jaminan tentang efektivitasnya.

· Laporan Kasus

Uraian ini oleh penulisanya dimaksudkan sebagai laporan tentang suatu hasil pengamatan/tindakan pemecahan masalah yang belum banyak diketahui orang. Percobaannya cukup dilakukan pada satu atau beberapa kasus saja.

· Laporan Penelitian

Suatu laporan tentang penelitian yang telah diselesaikan oleh penulis. Berbeda dengan laporan kasus, di sini masalahnya diambil dari sekelompok anggota masyarakat. Percobaannya sendiri dilakukan dengan mengikuti suatu metodologi yang terarah dan terinci.

· Skripsi

Suatu karya tulis singkat yang didasari oleh penelitian berupa bahan-bahan bacaan atau obeservasi lapangan. Pembuatan karya tuli ini biasanya merupakan salah satu persyaratan wajib guna menyelesaikan suatu jenjang pendidikan tertentu, biasanya Program D-3 atau Strata Satu.

· Tesis

Karya tulis ini hampir sama dengan skripsi, tetapi lebih mendalam dan merupakan laporan suatu penenlitian yang dilakukan dengan seksama serta menurut metodelogi penelitian. Tesis biasanya merupakan karya tulis akhir Program Strata Dua/Magister atau Program Spesialis Satu.

· Disertasi

Istilah yang digunakan untuk karangan ilmiah yang dibuat dalam mencapai gelar tertinggi di sebuah universitas, yaitu Program Strata Tiga?doktor. Biasanya ada ketentuan-ketentuan khusus dari universitas yang bersangkutan, tentang persyaratan yang berhubungan dengan prosedur ilmiah dan bentuk disertasinya.

Sifat Karangan Ilmiah

Non teknis Kongkrit : informatif, bernada populer, spesifik dan kongkrit, tanpa ajakan emosional pembaca dengan pengetahuan ilmiah dasar.

teknis umum : informatif, teknis tidak untuk kepentingan pribadi, masalaha secara umum, kongkrit, tidak ada ajakan emosional, ditujukan kepada pembaca berpengatahuan teknis.

abstrak normal : Informatif, umum, non teknis, tidak untuk kepentingan pribadi, menyertakan pendapat orang lain tanpa bukti, tidak ada ajakan emosional, populer.

spesifik historis : informatif, sumber sejarah, tanpa ajakan emosional, tidak untuk kepentingan pribadi, tidak memuat penilaian, kongkret, spesifik, semi teknis, bahasa dan susunan normal.

Ciri-ciri karangan ilmiah:

· Menyajikan fakta obyektif secara sistematis.

· Pernyataannya cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan.

· Penulisnya tidak mengejar euntungan peribadi.

· Penyususnannya dilaksanakan secara sistematis, konseprual dan prosedural.

· Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta.

· Tidak memuat emotif menonjol.

· Tidak bersifat argumentif, tetpai kesimpulannya terbentuk atas fakta.

Karangan Semi ilmiah

Karangan semi ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan di tulis sesuai metodologi penulisan yg benar.

Jenis-jenis karangan semia ilmiah

· Artikel

Pengertian artikel dibahas oleh berbagai tulisan dan literatur, namun menurut kangmoes, definisi yang paling ringkas dan paling sederhana adalah definisi artikel menurut kamus besar bahasa indonesia. Menurut KBBI, pengertian artikel adalah “karya tulis lengkap” misalnya laporan berita atau esai dalam majalah. Menurut definisi ini sebuah artikel idelanya membahas seluk beluk suatu tema secara tuntas.

· Editor

Kata editing berasal dari bahasa Inggris, yaitu dari akar kata edit yang artinya membaca, memperbaiki dan mempersiapkan naskah untuk diterbitkan. Kata editing telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi penyuntingan. Orang yang mengerjakan editing disebut editor (bahasa Inggris) dan disebut penyunting (bahasa Indonesia). Sedangkan proses pengerjaannya disebut copyediting. Dalam bidang penelitian, kata editing diartikan sebagai kegiatan meneliti atau memeriksa naskah (manuscript) untuk menjaga kebenaran dan kesahihannya.

· Opini

Secara garis besar opini dapat didefinisikan sebagai apa yang dinyatakan oleh seseorang dalam menjawab suatu peertanyaan. Pada awalnya opini yang terbentuk berasal dari personal opinion atau opini persona, yaitu pebnafsiran individual mengenai berbagai masalah dimana terhadapnya tidak terdapat suatu pandangan yang sama.

· Tips

Merupakan anjuran-anjuran agar suatu tujuan tercapai. Tips bersifat karangan yang singkat hanya terdiri dari beberapa baris.

· Resensi Buku

Resensi berasal dari bahasa latin 'recensere' artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Punya maksud atau makna sejajar dengan review dalam bahasa Inggris (Slamet Soewandi, 1977). Sedangkan menurut buku "Kamus Istilah Sastra" yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984) dijelaskan bahwa resensi berarti hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Jadi, arti resensi mengacu kepada mengulas sebuah buku. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

Contoh karangan semi ilmiah berupa Tips :

Tips Belajar Efektif

Ada baiknya Anda membuat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Tak ubahnya para peserta diri yang dituntut mempersiapkan segala keperluan, seperti buku pelajaran, buku tulis atau baju seragam. Selain itu, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, Pertama, tentukan target Anda di semester ini apa. Kemudian buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Supaya target belajar goal-nya lebih cepat, berikut ada beberapa tips bagaimana cara belajar yang efektif, yang telah teruji oleh beberapa negera maju. Tips ini bisa kamu jalankan sendiri.

Seorang teman dari Amerika memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, Anda sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum Anda tahu. Jadi begitu pulang sekolah, tinggal mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.

Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru atau totor. Materi yang Anda dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu Anda menghapal ulang pelajaran tersebut.

Beberapa teman juga merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja didapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo membacanya kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik.

Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kalimat sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.

Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku.

Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, Anda menjadi lebih paham akan materi tersebut.

Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya: selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.

Ciri-ciri karangan semi ilmiah

· Ditulis berdasarkan fakta Pribadi.

· Fakta yg di simpulkan subyektif.

· Gaya bahasa formal dan populer.

· Mementingkan diri penulis.

Karangan Non-Ilmiah

Karangan non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Jenis-jenis karangan Non ilmiah

· Dongeng

Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi, misalnya kejadian-kejadian aneh di jaman dahulu. Dongeng berfungsi menyampaikan moral dan juga menghibur. Dongeng termasuk certa tradisional dapat disebarkan secara luas ke berbagai tempat. Kemudian, cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.

· Cerpen

Cerpen adalah Cerpen, akronim dari cerita pendek, merupakan jenis prosa yang baru berkembang pada masa modern.

· Novel

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita. Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan sruktural dan metrical sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dan naratif tersebut.

· Drama

Drama berarti perbuatan, tindakan. sebagainya. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama.

· Roman

Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.

Sifat karangan non-ilmiah

· Emotif

Sedikit informasi, kemewahan dan cinta menonjol, melebihkan kebenaran mencari keuntungan, tidak sistematis.

· Persuasif

cukup informatrif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujuan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca.

· Deskriptif

informatif sebagian imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat pribadi.

· Kritik(tanpa dukungan bukti)

tidak memuat informasi spesifik, berisis bahasan dan kadang-kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan formal tetapi sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi.

Ciri-ciri karangan Non-ilmiah

· Penyajiannya lebih bersifat subyektif.

· Mengandung ususlan dengan efek kesimpulan yang diharapkan penulis.

· Bersifat persuasif, sesuai dengan keyakinan penulis yang mengajak pembaca untuk berubah pendapat.

· Pandangan yang dikemukakan penulis didukung fakta umum.

· Motivasinya lebih mementingkan diri sendiri, karena itu isisnya bisa melebih-lebihkan sesuatu.

· Kesimpulan penulis lebih bersifat argumentatif, sehingga kurang atau tidak mebiarkan fakta berbicara sendiri.

Kesimpulan

Pada dasarnya karangan Ilmiah, semi ilmiah dan non-ilmiah dapat dibedakan pada prosedur penulisannya. Karangan ilmiah dan semi ilmiah lebih kepada sistematika penulisan yang berlaku, dimana karya ilmiah dukung oleh fakta yang tercipta di masyarakat sedangkan karya semi ilmiah lebih kepada fakta pribadi dan karangan non-ilmiah lebih mengacu kepada daya pemikiran manusia tanpa didukung oleh fakta maupun metodelogi penelitian untuk membuktikannya.

Selain itu, karangan itu juga karangan mempunyai penerapan yang berbeda yaitu dimana karangan ilmiah lebih kepadfa pembuktiaan tentang suatu fonemena yang terjadi yang dibuktikan dengan abstrak dalam sistematika pembuatannya, sedangkan karangan non-ilmiah lebih kepada penjabaran isi, dimana isinya menghibur dan lebih ekspresif dibandingkan dengan karangan ilmiah dan semi ilmiah.

Daftar Pustaka

Arifin,Zaenal,E dan Tasai,Amran,S.1992.Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan tinggi. Akademika Presisindo.

Wahyu. R.N., Tri 2006. Bahasa Indonesia. Universitas Gunadarma, Jakarta.
uwie
Nama : Yuli Komalasari
Kelas : 3ea10
NPM : 11208327
Tugas : Tulisan Bahasa Indonesia

Contoh Karangan :

Dari hasil penelitian Dr. Judith Rodin disimpulkan bahwa gula yang terdapat di dalam buah-buahan yang disebut ftuktosa dapat menghilangkan rasa lapar, scdangkaa glukosa yang biasauya terdapat dalam kue-kue dan permen menambah rasa lapar. Misalnya, ketika tapi hanya sebentar saja karena energinya segera hilang. Hal ini disebabkan oleh pankreas yang secara cepat mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah untuk.mengatasi naiknya kadar gula yang cepat tadi. Segera setelah itu kadar gula darah anda akan menurun ke bawah normal. Maka ccpatlah cnergi tadi hilang dan anda akan merasa lebih lapar daripada sebclum sarapan.

(Dikutip dari Bola dengan beberapa perubahan).

Analisis

Pada contoh tadi bagian yang dicetak miring merupakan generalisasi yang dikembangkan Judith Rodin berdasarkan hasil penelitiannya. Generalisasi itu selanjutnya dijelaskan dengan contoh yang dikemukakan dalam kalimat-kalimat bcrikutnva.

Pernyataan yang merupakan generalisasi biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan: biasanya, pada umumnva, sebagian besar, semua, setiap, tidak pernah, selalu, secara kescluruhan, pada galibnya, dan sebagainya.

Selanjutnya dalam kalimat yang merupakan penunjang generalisasi biasanya digunakan ungkapan-ungkapan: misalnya, sebagai contoh, sebagai ilustrasi, untuk menjelaskan hal itu, perlu dijelaskan, sebagai bukti, buktinva, menurut data statistik, dan sebagainya.

Perlu diingat selalu bahwa bukti-bukti atau rincian penunjang harus relevan dcngan generalisasi yang dikemukakan. Suatu paragraf yang mencantumkan penunjang yang tidak relevan dipandang tidak logis.

Generalisasi mungkin mengemukakan fakta (disebut generalisasi faktual) atau pendapat (opini). Generalisasi faktual lebih mudah diyakini oleh pembaca daripada generalisasi yang berupa pendapat atau penilaian (value judgement). Fakta mudah dibuktikan, mudah diuji kebenarannya, sedangkan pendapat atau penilaian sulit dibuktikan dan diuji.
uwie
Nama : Yuli Komalasari
Kelas : 3ea10
NPM : 11208327
Tugas : Tulisan Bahasa Indonesia
Contoh Karangan Induktif :

Suatu lembaga kanker di Amerika melakukan studi tentang hubungan antara kebiasaan merokok dengan kematian. Antara tanggal 1 Januari dan 31 Mei 1952 terdaftar 187.783 laki-laki yang berumur antara 50 sampai 69 tahun. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang kebiasaan merokok mereka pada masa lalu dan masa sekarang.

Selanjutnya keadaan mereka diikuti terus-menerus selama 44 bulan. Berdasarkan surat kematian dan keterangan medis tentang penyebab kematiannya, diperoleh data bahwa di antara 11.870 kematian yang dilaporkan 2.249 disebabkan kanker.

Dari seluruh jumlah kematian yang terjadi (baik pada yang merokok maupun yang tidak) ternyata angka kematian di kalangan pengisap rokok tetap jauh lebih tinggi daripada yang tidak pernah merokok, sedangkan jumlah kematian pengisap pipa dan cerutu tidak banyak berbeda dengan jumlah kernatian yang tidak pernah merokok.

Selanjutnya, dari data yang terkumpul itu terlihat adanya korelasi positif antara angka kematian dan jumlah rokok yang diisap setiap hari .. …………………………………………………..
Dari bukti-bukti yang terkumpul dapatlah dikemukakan bahwa asap tembakau memberikan pengaruh yang buruk dan memperpendek umur manusia. Cara yang paling sederhana untuk menghindari kemungkinan itu ialah dengan tidak merokok sama sekali.
(Disarikan dari tulisan Roger W. Holmes dalam Me Crimmon).

Analisis

Tulisan di atas memaparkan hubungan sebab akibat antara merokok dan kematian. Dari paparan itu dapat dilihat bagaimana proses bernalar itu terjadi. Mula-mula mereka mengurnpulkan data dari sejumlah orang laki-laki. Mereka itu dikelompokkan menurut kebiasaan merokoknya, mulai dari yang tidak pernah merokok sampai pada perokok berat. Selanjutnya perokok itu juga dibedakan antara yang menghisap rokok putih (sigaret) dan yang menghisap cerutu dan pipa.

Dalam waktu yang cukup panjang mereka diarnati. Kematian dan penyebabnya dicatat dan dianalisis. Dari bukti-bukti yang terkumpul ditariklah kesimpulan-kesimpulan sehubungan dengan rnasalahnya. Secara ringkas paparan di atas menggambarkan proses penalaran induktif. Proses itu dilakukan langkah demi langkah sehingga sampai pada kesimpulan.
uwie
Pendahuluan

Dunia kini tengah bermuram durja, paska diterpa gelombang tsunami finansial dahsyat. Para pemimpin dunia diliputi kecemasan. Seluruh Kepala Negara di benua Amerika, Eropa, Asia dan Afrika dilanda keresahan hebat, menyusul terjadinya krisis finansial AS yang dengan cepat bertransformasi menjadi krisis global. Krisis ini adalah tragedi terburuk sejak Great Depression 1929. Setelah kejatuhan pasar saham pada Oktober 1929, AS membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun lebih untuk memulihkan perekonomian yang turun sepertiga outputnya dengan 25% tenaga kerja menjadi pengangguran.

Krisis keuangan yang berawal dari krisis subprime mortgages itu telah meruntuhkan sejumlah lembaga keuangan AS. Pemain-pemain utama Wall Street berguguran, termasuk Lehman Brothers dan Washington Mutual, dua bank terbesar di AS. Para investor mulai kehilangan kepercayaan, sehingga harga-harga saham di bursa-bursa utama dunia pun rontok.

Pembahasan

Contoh kasus :
Pada kasus ini, dimisalkan A adalah masyarakat yang memiliki uang lebih (surplus) dan B adalah masyarakat yang membutuhkan uang (minus). Dan Bank Siti merupakan bank yang menjadi perantara antara A dan B (masyarakat surplus dan minus).

Karena A memiliki kelebihan uang, maka A harus mencari alternatif agar kelebihan uang tersebut dapat dialokasikan semaksimal mungkin. Alternatif yang dimaksud adalah salah satu lembaga keuangan yaitu bank. Dan Bank Siti lah yang dipercayai oleh A untuk menyimpan uangnya, dengan harapan dapat memperoleh bunga (bunga bank).

Sedangkan bagi B bank Siti merupakan alternatif  mereka didalam mencari pinjaman uang. Dalam hal ini Bank Siti membebankan bunga (bunga pinjaman) kepada B. Biasanya bunga pinjaman lebih besar dibandingkan dengan bunga bank, dan selisih nya disebut dengan Interest Spread (keuntungan Bank).

Pihak A dapat langsung meminjamkan uang kepada pihak B, dan sebaliknya pihak B juga dapat langsung meminjam uang ke pihak A dengan konsekuensi bunga pinjaman bagi pihak B dan resiko bagi pihak A lebih besar. Dan BEI menjadi fasilitator untuk kedua pihak.

Untuk Bank Siti sendiri, misalkan B meminjam uang sebesar 20jt. Dalam kasus ini pihak B memiliki tanggungan kepada Bank Siti sebesar 20jt, tetapi Bank Siti tidak sepenuhnya menanggung semua resiko B (sebesar 20jt) melainkan hanya mampu 2,5jt. Bank Siti kemudian mengajak pihak lain untuk sama-sama menanggung sisa resiko B. Pihak tersebut adalah Asuransi XYZ, dengan membayar premi sebagai tanda keanggotaan asuransi.

Asuransi XYZ pun sama seperti Bank Siti, yang tidak mau sepenuhnya menanggung resiko dan hanya mau menanggung sebesar 4,5jt. Akhirnya Asuransi XYZ mengajak Asuransi KLM untuk bekerja sama menanggung sisa resiko dan peristiwa ini dinamakan reasuransi. Sisa tanggungan adalah 13jt, namun Asuransi KLM hanya berani menanggung sebesar 8jt.

Karena masih ada sisa resiko yang harus ditanggung yaitu sebesar 5jt, maka Asuransi KLM mengajak kembali Asuransi DEF yang disebut dengan retroressi dimana asuransi ini berada di luar negeri. Seluruh sisa tanggungan pun yaitu sebesar 5jt dapat di tanggung oleh Asuransi DEF.

Demi kelancaran serta penambah pendapatan usaha nya, Asuransi DEF membuat perusahaan baru yaitu PT. ZKY. Selain PT ZKY memperoleh pendapatan dari hasil produknya, PT ini juga mendapatkan pendapatan lain berupa deviden yaitu dengan saham di BEI. Selain deviden PT ZKY juga memperoleh capital gaindan diskonto dari surat hutang.

Disamping itu, PT ZKY mempunyai sebuah perusahaan khusus untuk memantau keadaan saham di BEI. Perusahaan khusus itu adalah CLBK.

Kembali pada Bank Siti yang juga ingin menambah jumlah nasabah agar pendapatannya juga meningkat, yaitu bergabung dengan perusahaan TD. Dimana peran TD adalah mencari nasabah sebanyak mungkin. Agar TD lebih maksimal dalam mendapatkan nasabah, maka TD mengajak IN FOP untuk bekerja sama. IN FOP itu sendiri bertugas untuk membuat kartu kredit dengan asumsi nasabah agar tertarik dengan adanya kepraktisan tersebut.

Disisi lain IN FOP adalah anak perusahaan dari PT ZKY. Yang artinya IN FOP dikuasai dan diatur oleh PT ZKY.

Kesimpulan

Berdasarkan fakta dan realita yang terjadi saat ini, dapat dikatakan bahwa krisis finansial Amerika saat ini, jauh lebih parah daripada krisis Asia di tahun 1997-1998 yang lalu. Dampak krisis saat ini demikian terasa mengenaskan keuangan global. Lagi pula, sewaktu krismon Asia, setidaknya ada ‘surga aman’ atau ‘safe heaven’ bagi para investor global, yaitu di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Tetapi kini, semua pasar modal rontok. Semua investor panik.

Karena itu, seluruh pengamat ekonomi dunia sepakat bahwa Guncangan ekonomi akibat badai keuangan yang melanda Amerika merupakan guncangan yang terparah setelah Great Depresion pada tahun 1930. Bahkan IMF menilai guncangan sektor finansial kali ini merupakan yang terparah sejak era 1930-an dan terlihat bahwa dunia tidak pernah sepi dari krisis yang sangat membayakan kehidupan ekonomi umat manusia di muka bumi ini.

uwie
Latar Belakang Masalah
Arti kliring adalah pertukaran warkat (bisa berupa cek, giro/bilyet, nota debet/kredit dan lainnya) atau data keuangan elektronik antar peserta (bank) kliring baik atas nama peserta (bank) maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.
Dengan adanya kliring antarbank diharapkan pemakaian alat-alat lalu lintas pembayaran giral (cek, bilyet giro, nota debet, nota kredit dan lainnya) akan meningkat. Dari sini diharapkan akan terjadi lonjakan pula simpanan dana masyarakat di bank yang nantinya dapat dipakai untuk membiayai sektor-sektor produktif di masyarakat.

Pembahasan
Contoh kasus :
Gino adalah nasabah dari Bank Siti.
Atun adalah nasabah dari Bank Karman.
BI adalah tempat pertemuan antara Bank Siti dengan Bank Karman. Dengan persyaratan, masing-masing bank ( Bank Karman dan Bank Siti ) memiliki saldo ( rekening koran ) pada Bank BI.

Kegiatan : Gino memberikan cek kepada Atun sebesar 10jt.
 Pada suatu hari terjadi transaksi antara Gino dan Atun. Gino memberikan cek kepada Atun sebesar 10jt. Karena Atun adalah nasabah dari Bank Karman, maka ia memberikan cek tersebut kepada Bank Karman dengan tujuan untuk dipindah bukukan ke tabungan Atun.
          Setelah Bank Karman menerima cek tersebut, kemudian Bank Karman mengirim surat ke pada Bank BI yang sering disebut dengan Nota Debet Keluar. Dan mencatat transaksi tersebut dengan mendebet rekening koran pada BI dan mengkredit tabungan Atun yang masing-masing berjumlah 10jt.
Nota Debet Keluar dari Bank Karman pun diterima oleh BI. Tugas BI selanjutnya adalah dengan mengirim Nota Debet Masuk ke Bank Siti. Dan secara otomatis BI mencatat transaksi dengan mendebet rekening koran pada Bank Siti sebesar 10jt dan mengkredit rekening koran pada Bank Karman sebesar 10jt.
Yang menjadi ujung dari transaksi ini adalah Bank Siti. Setelah Bank Siti menerima Nota Debet Masuk dari BI maka secara otomatis mencatat transaksi dengan mendebet giro Gino sebesar 1ojt dan mengkredit rekening koran pada BI sebesar 10jt.

Kegiatan : Atun mengirim uang sebesar 20jt ke rekening tabungan Gino.
       Dalam kasus ini, Atun meminta Bank Karman untuk memindahkan uangnya sebesar 20jt ke rekening tabungan milik Gino yang ada pada Bank Siti. Kemudian Bank Karman mencatat transaksi tersebut dengan mendebet tabungan Atun sebesar 20jt dan mengkredit rekening koran pada BI. Dan mengirim Nota Kredit Keluar ke BI.
          Setelah Nota Kredit Keluar diterima oleh BI, maka BI mencatat transaksi dengan mendebet rekening koran Karman sebesar 20jt dan mengkredit rekening koran Siti sebesar 20jt. Dan selanjutnya, BI mengirim Nota Kredit Masuk ke Bank Siti.
          Apabila Nota Kredit Masuk sudah diterima oleh Bank Siti maka secara otomatis transaksi yang dicatat adalah dengan mendebet rekening koran pada BI sebesar 20jt dan mengkredit tabungan Gino sebesar sebesar 20jt.  

Kesimpulan
Dari peristiwa Kliring diatas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Apabila Bank mengeluarkan Nota Debet Keluar maka, saldo Bank pada BI akan bertambah. 
  2. Apabila Bank mengeluarkan Nota Debet Masuk maka, saldo Bank pada BI akan berkurang.
  3. Apabila Bank mengeluarkan Nota Kredit Keluar maka, saldo Bank pada BI akan berkurang.
  4. Apabila Bank mengeluarkan Nota Kredit Masuk maka, saldo Bank pada BI akan bertambah.
Dalam peristiwa Kliring, ada istilah kalah kliring dan menang kliring. Jadi, jika ada peserta (bank) kliring yang mengalami kalah kliring itu artinya bank tersebut mendapat banyak kewajiban pembayaran ke sejumlah peserta (bank) kliring lainnya yang tak sebanding dengan hak (tagihan) pembayaran pada satu hari kerja kliring. Dan sebaliknya.